Romadhon 1434 H
Menyampaikan Amanah Berbagi Sembako
Paket 01
Paket 02
Bpk Samaji 45th Alamat : dusun Naberan RT 05/04,Karang Asem,Paliyan,Gng Kidul.
Bapak Samaji ini sakit Kusta selama
kurang lebih 25 th. dengan keadaan sangat memprihatinkan
sampai jari2 tangan habis. dulunya hanya luka kecil kemudian merambat
ke semua jari. pak Samaji ini kemungkinan mempunyai Jaminan JAMKESTA.
saat ini ini bapak Samaji ini hanya hidup seorang diri, hanya warga
sekitar yang peduli merawat
Paket 03 & 04
mbah Ginah, 85 tahun dan mbah Latinem, tinggal di sebuah dusun tepatnya di Trowono A, Desa Karang Asem, Kecamatan Paliyan,bergandengan tangan bukan untuk mengucapkan kata perpisahan ataupun mengucapkan selamat. Sang adik, mbah Latinem yang 10 tahun lebih muda sedang membantu kakaknya yang sakit-sakitan untuk berjalan. Sejak menderita sakit yang katanya DHOMPO setahun yang lalu, mbah Ginah memang kesulitan untuk berjalan.Karena DHOMPO yang dideritanya dan berbekal kartu jamkes dari Pemerintah mbah Ginah Dua wanita renta ini adalah kakak beradik,
berobat ke Puskesmas .Penyakit yang
dideritanya sembuh tapi setelah itu badan semakin lemah, sehingga untuk berjalan
harus rambatan ataupun dibantu adiknya.Mereka memang hanya tinggal berdua, di rumah kecil berdinding gedhek bolong-bolong
itu. Katanya mereka pernah menikah dan punya anak, tapi anak-anak mereka
meninggal waktu masih balita,tidak diketahui apa penyebab kematian
anak-anaknya,tapi mengingat kondisi perekonomian mereka yang pas-pas an bisa
diduga karena kekurangan gizi ataupun karena terlambat dibawa ke dokter,apalagi
angka kematian ibu dan
bayi pada waktu itu memang masih tinggi.Karena
tidak
mmpunyai anak, mereka mengangkat anak saudaranya,seorang laki-laki bernma
Ranto, yang kini sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Ranto tinggal di
sebelah rumahnya, sebuah rumah kecil juga, karena Rantodan istrinya hanyalah
buruh serabutan.
Dipan
ini adalah tempat tidur mereka,tanpa kasur,tanpa busa bahkan tikarpun hanya
seadanya.Di sinilah mereka menghabiskan malam berdua,berselimutkan angin
kencang dari dinding rumahnya yang bolong. Tak ada kursi ataupun lemari pakaian
di rumah mereka karena mereka juga tidak
punya cukup pakaian untuk disimpan.Hanya
yang melekat di badan dan jarik yang ada di dipan itulah yang mereka miliki.
Dapur
inilah tempat mereka memasak,dengan kayu yang dicarinya di sekitar rumahnya,
dan sayuran hasil ‘’ramban’’ di pekarangan tetangga. Beruntung mereka mendapat
RASKIN dan BLSM walaupun dipotong sedikit untukberbagi dengan yang tidak
mendapat jatah BLSM.Sepetak tanah yang dimiliki memang tidak produktif apalagi
untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Itupun juga kalau mereka masih mampu
menggarap lahan mereka.Dengan khusyu’ dan tulus mereka berdo’a, mudah-mudahan
suatu saat nanti ada yang membantu memperbaiki rumah mereka, memberinya
peralatan dapur yang mencukupi, ataupun yang memberinya jaminan hidup. Amin, ya
Alloh.....kabulkanlah do’a mereka.
Yu ponijem,adalah seorang janda yang lahir sekitar 77 tahun yang lalu di dusun Trowono B,Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan. Mempunyai seorang anak laki-laki yang entah karena apa…kecerdasan otak anaknya tersebut jauh di bawah standar..Anaknya telah menikah dengan seorang wanita dari Daerah Cepu,Jawa Tengah yang akhirnya bercerai.Beberapa tahun menjadi duda akhirnya menikahi seorang wanita dari Desa Mulo Kecamatan Wonosari,dan kini dia tinggal di Desa Mulo tersebut. Dan karena keterbatasan kemampuan karena anaknya yang bernama Sarbi ini hanya bekerja sebagai buruh serabutan,maka Sarbi jarang sekali menengok ibunya yang sebatang kara.Ponijem muda adalah seorang buruh pembantu dan pernah menjadi tukang masak di sebuah warung makan milik salah seorang warga di Dusun Trowono A,tepatnya di sebelah utara pasar Trowono.Kala itu untuk makan dan biaya hidup lainnya tidak masalah untuk dia,dan itu sudah berlangsung selama puluhan tahun yang lalu.Usia Ponijem kini sudah renta,badan sudah Nampak loyo dan kuyu mungkin karena beban hidup yang semakin menghimpit.Dia tinggal di sebuah gubuk yang kecil dan reot,yang beberapa saat lalu hampir rubuh dan karena kepedulian dari tetangga sekitar dilaksanakan kerja bakti,bergotong royong memperbaiki gubuk tersebut,akhirnya dinding rumah terpaksa diganti hanya dengan sisa-sisa spanduk dari berbagai sponsor,itupunmilik tetangga,dari bekas usaha ternak burung gemak yang akhirnya bangkrut.
Inilah hasil dari kepedulian warga sekitar yang
telah bergotong royong memperbaiki gubuk yu ponijem.Di sinilah dia
tinggal,seorang diri,tanpa anak,tanpa suami,dan juga tanpa penghasilan.Dia
jalani semua itu tanpa mengeluh,dia ikhlas menjalni semua ini.Pada saat musim
panas yang lalu dia pasti merasa kan nikmatnya tinggal di gubuk ini,yang hanya
berdinding spanduk bekas,karena pasti tidak merasakan panasnya seperti kita
yang tinggal di rumah dengan dinding tembok.Namun ketika hujan deras mulai
turun,dia pasti baru merasakan betapa
dinginnya,tinggal di gubuk derita ini.Belum lagi kalo air deras masuk ke rumah
dari berbagi celah,entah dari genteng yang bocor ataupun dari dinding-dinding.
Dan di atas dipan kecil dan reot inilah
Yu Ponijem menghabiskan malam ditemani banyak nyamuk,beralaskan bekas
karung,ada satu bantal di atas dipan reot itu,dan berdinding kain bekas yang
sudah tidak Nampak motifnya.dan sekali lagi,dia nikmati semua itu dengan penuh
keikhlasan.Dulu,ketika tenaga masih kuat dan sejak rumah makan sederhana tempat
dia bekerja tidak lagi ada,atau bisa dibilang bangkrut,Yu ponijem bekerja
sebagai buruh serabutan,atau buruh tani.Tapi kini,sisa-sisa tenaga yang dia
miliki tidak memungkinkan untuk melakukan itu.Terlebih para tetangga yang dulu
membutuhkan tenaganya mungkin merasa tidak sebanding antara upah yang
dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh dari tenaga yu Ponijem yang kian lemah.Dan
karena tidak secuilpun tanah ladang dia miliki,maka kini hanya bisa
mengandalkan dari belas kasihan sanak saudaranya.Adik perempuan yang tinggal di
sebelah rumahnya tidak cukup mampu untuk menopang hidupnya,karena dia juga
seorang janda yang tinggal dengan anaknya yang hanya buruh serabutan juga.
Inilah dapur tempatnya memasak,entah apa yang biasa dimasak,tergantung
apa pemberian tetangga saat itu.Sebuah tungku buatannya sendiri dari batu dan
sisa bata yang ditata sendiri,berbahan bakar kayu seadanya yang dia dapat dari
sekitar gubuknya.Mudah-mudahan suatu saat nanti,Alloh SWT berkenan merubah hidupnya,di
sisa usianya,memperbaiki kwalitas hidupnya,dan memberinya tempat tinggal yang
lebih layak.Amiin………..Mudah-mudahan dinding dari bekas gedhek yang tambal
tambalan ini segera diganti dengan dinding yang lebih baik.Amiin……..
Paket 07
Saliyem Umur : 80 th. Alamat : Keringan Wetan Rt 04/07 Bulurejo Semin Gunungkidul. Simbah Saliyem ini menderita Lumpuh Kurang Lebih 2 th. Simbah ini tinggal di rumah sendiri dan yg merawat tetangganya
Paket 08
Paket 09
Sukiyem bejono rt 2/4 mbeji ngawen Gunungkidul, suami istri menderita lumpuh dan dirawat tetangganya krn anak2nya pergi merantau semua dan msh kekurangan dlm kehidupan sehari2
Sukiyem bejono rt 2/4 mbeji ngawen Gunungkidul, suami istri menderita lumpuh dan dirawat tetangganya krn anak2nya pergi merantau semua dan msh kekurangan dlm kehidupan sehari2
Paket 10
Rumah Adik Badiyanto, 6 th , Jambu Rt 06 Rw 01 Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul.
Adik Badiyanto ( difable - kedua tangan tidak punya jari ) tahun ini masuk Sekolah Dasar yang di SD Kranggan Jurangjero.
Rumah Adik Badiyanto, 6 th , Jambu Rt 06 Rw 01 Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul.
Adik Badiyanto ( difable - kedua tangan tidak punya jari ) tahun ini masuk Sekolah Dasar yang di SD Kranggan Jurangjero.
Paket 11
Tuminem njambu rt6/1 jambu jurang njero ngawen, Gunungkidul, Janda hidup sebatang kara buruh sebisanya,untuk biaya mkn kdg2 diberi dr tetangga,rmhnya jg dibuatkan oleh warga
Tuminem njambu rt6/1 jambu jurang njero ngawen, Gunungkidul, Janda hidup sebatang kara buruh sebisanya,untuk biaya mkn kdg2 diberi dr tetangga,rmhnya jg dibuatkan oleh warga
Paket 12
Marto bendung rt4/1 semin, Gunungkidul hidup sendiri anaknya kurang mampu, simbah ini msh buruh sebisanya meski sdh tua renta,krn untuk menhdupi kehdpannya sendiri
Marto bendung rt4/1 semin, Gunungkidul hidup sendiri anaknya kurang mampu, simbah ini msh buruh sebisanya meski sdh tua renta,krn untuk menhdupi kehdpannya sendiri
Paket 13
Rejo tinoyo, keringan wetan rt3/7 bulurejo, semin Gunungkidul, suami lumpuh,istri tangannya cacat,dirwt anaknya,
Rejo tinoyo, keringan wetan rt3/7 bulurejo, semin Gunungkidul, suami lumpuh,istri tangannya cacat,dirwt anaknya,
Paket 14
Nama
: Wasinah Kardiyo Umur : 75 th Alamat : Keringan Wetan Rt 01/07
Bulurejo Semin Gunungkidul. Pekerjaan : buruh tani
Simbah Wasinah ini
menderita struk kurang lebih 2 th. Dan tinggal di rumah bersama
suaminya. Sudah berulang kali dibawa ke dokter tapi belum ada
perkembangan.
Paket 15
Paket 16
Bpk Sriyono 40th, alamat : RT 005/001 Jambu, Ngawen, Gunungkidul.
Bpk Sriyono ini satu bulan sekali harus mengganti selang untuk pembuangan air seni. Sudah hampir
5 th bpk Sriyono mengalami kondisi seperti ini, dan secara medis belum
ditemukan jenis penyakitnya. setiap 1 bulan sekali bpk Sriyono harus
mengeluarkan biaya Rp.250.000 untuk penggantian selang.
Paket 17Paket 18
Simbah Mangun Cadhik (80) ini hidup bersama putrinya yang tuna wicara bernama Sukarsih (42).Rumahnya berukuran 3,5 x 6 meter terbuat dari bambu gedhek yang sudah sobek-sobek,sementara setiap malamnya tidak berpenerangan sama sekali.Untuk kesehariannya beliau mengandalkan bantuan dari tetangganya yang sering sering memberikan makanan.MCK yang beliau miliki berasal dari bantuan salah satu Akper yang pernah KKN di dusun Walikan.
Butuh uluran tangan kita bersama agar rumah simbah ini dapat direnovasi
agar lebih nyaman, dari itu Gema peduli Handayani berencana akan
memberikan partisipasi Material bahan bangunan pada tanggal 29 Juli
2013, sementara untuk pengerjaannya akan dilakukan warga sekitar secara
gotong royong.
Paket 19
Paket 25
Paket 26
Ny. Wakiyem alamat : Sendang II Rt 004 Rw 005 Sawahan Ponjong GK
Janda sehari - hari sebagai buruh harian lepas ( serabutan )
Paket 27
Bapak BUDI NGATIMAN alamat : Sendang II Rt 004 Rw 005 Sawahan Ponjong GK
Buruh Harian Lepas ( serabutan ) harus menafkahi Istri dan anaknya yang masih duduk di bangku SD kelas III
Paket 28
Paket 29
Ny Samirah alamat : Sendang II Rt 004 Rw 005 Sawahan Ponjong GK
IRT suami buruh di meubel penghasilan minim
IRT suami buruh di meubel penghasilan minim
Paket 30
Rencana semula pemberian sembako akan dialokasikan ke Nama Suratmi : Poko 01/10 sidorejo Ponjong. namun karena yg bersangkutan pergi bekerja ke Serang Banten, diterimakan kepada Ny Mento Niti Ibu Kandungnya seorang Janda bekerja serabutan
Paket 32
Bagus Nurrahman (yatim) Sumber Kidul 03/08 Ponjong /lor Sumber Ponjong.
Sembako diterimakan Nenek Samirah yang mengasuhnya, yang juga seorang Janda bekerja serabutan — bersama
Sembako diterimakan Nenek Samirah yang mengasuhnya, yang juga seorang Janda bekerja serabutan — bersama
Paket 33
selain Paket Sembako juga disampaikan Uang Tunai Rp. 20.000
selain Paket Sembako juga disampaikan Uang Tunai Rp. 20.000

Paket 36
Janda anak bekerja serabutan, anak 1 selain Paket Sembako juga disampaikan Uang Tunai Rp. 20.000

Paket 37
Paket 38

Paket 39

Paket 40


Paket 41
Silaturahmi ke rumah Ibu Heni Setyowati 44 th warga ds Kernen RT 04/03
Ngunut,Playen. Istri Sutarno ini menderita kanker payudara. Rumah hampir
ambruk, dinding dari gedhek sudah di mangsa rayap.
Ibu Heni ini habis menjalani Operasi dan menjalani rawat inap yang ke 7
di RS Diponegoro Klaten 6 hari. untuk jaminan ibu Heni ini memakai
fasilitas Jamkesmas. hari senin 8 juli 2013 harusnya kontrol ke RS
Diponegoro klaten karena surat rujukan harus dari RSUD maka kontrol dan
pengambilan obat di lakukan hari selasa. untuk obat tidak semua bisa
memakai Jamkesmas dan harus menebus pakai uang sendiri karena kondisi
keuangan yang pas2an untuk ambil obat hanya bisa dilakukan dengan
mencicil atau menyesuaikan kondisi keuangan.
Paket 42 & 43

Tidak ada komentar:
Posting Komentar